Tampilkan postingan dengan label kesurupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesurupan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 September 2015

SEGOLONGAN JIN YANG TERPAKSA MENJADI PELAKSANA SIHIR

Pada dunia jin ada beberapa kondisi yang dapat memaksa mereka mengerjakan sihir walaupun mereka sebenarnya tidak menyukainya, berikut ini adalah penjabarannya:

1. Jin dipaksa oleh oleh pimpinannya


syetan-6Ketika sahir (tukang sihir) meminta bantuan kepada suatu kerajaan jin, maka raja jin mengutus panglimanya untuk menugaskan salah satu atau beberapa kelompok jin didalam wilayah kekuasaanya untuk mengerjakan sihir. Setelah mendapatkan jin yang cocok maka, jin ini dipaksa untuk mengerjakan sihir dengan jaminan keluarganya akan dibunuh atau disakiti atau dipenjara jika misiinya tidak sukses.

Maka ketika diruqyah biasanya jinnya mengiba bahwa mereka dipaksa mengerjakan sihir atau keluarganya akan dibunuh, disiksa, dipenjara atau dia sendiri akan dibunuh.
Jinnya terpaksa ini bisa dikalangan jin muslim atau jin kafir.

Biasanya tehnik sembelihan , atau pembakaran dengan energi ruqyah tidak akan manjur membunuhnya (hanya menyakiti) sebab Allah mengetahui mereka hanya terpaksa melaksanakan tugas.

2.Jin dipenjara dan diikat buhul


Ikatan buhul ini beragam,dari berupa rantai, tali, energi tertentu yang mengikat tubuh jin kebagian tubuh tertentu korban sihir.
Sehingga jika kita ruqyah jin tidak dapat keluar walau berteriak kesakitan sebab tubuhnya terbakar.

Biasanya jinnya akan mengiba bahwa mereka terikat dan meminta agar peruqyah melepaskan ikatannya.

3. Jin terikat oleh kekuatan tholasim (jimat)


Ketika jimat dibuat dengan ritual dan simbol simbol rahasia maka kekuatan hitamnya akan menjebak jin hingga tertarik masuk kedalam jimat dan ketika jimat sihir ini ditujukan untuk menyihir maka tanpa daya jin akan mengikuti program sihir yang sudah dibuat oleh sahir (tukang sihir). Tholasim ini jika diibaratkan adalah teknologi maju dunia sihir yang berisi program teknologi sihir tingkat tinggi.

Biasanya jinnya mengaku tidak tahu kenapa mereka tiba tiba masuk kedalam tubuh manusia, biasanya ,mereka mengaku ketarik energi tertentu hingga harus mengikui program sihir yang sudah dibuat.

4. Jin terikat dengan kekuatan mantra

Biasanya yang memiliki ilmu mantra hitam adalah kalangan kyai dukun yang memiliki hizib hizib tertentu yang memiliki khowas yang jika disertai dengan kekuatan ruhani yang negatif maka akan menarik jin dengan paksa.

Atau para paranormal yang memiliki mantra khusus hingga menarik jin untuk mendatangi sumber pengamal mantra.

Ingatlah kisah Nabi Musa yang puluhan tahun terjebak digurun penyebabnya adalah ismul Adhom yan dibaca oleh pendeta yang tidak ingin Nabi Musa masuk kedalam wilayahnya.

Untuk sihir jenis ini jin tidak dapat keluar dengan mudah dan jin biasanya mengaku ga tahu kenapa dia ga bisa keluar seolah olah ada energi tertentu yang menghalangi mereka untuk keluar

5. Jin terikat dengan kontrak perjanjian


Untuk sihir kelas tinggi biasanya dampak negatifnya akan menimpa korban sihir sampai 7 turunan,dan bentuk sakitnya menyerupai penyakit genetika (gila yang menurun sampe anak cucu, lumpuh yang menimpa seluruh anggota keluarga bahkan sampe anak cucu) atau jin yang ditugaskan menjaga seseorang dan anak cucu turunannya.

Ketika diruqyah biasanya jinnya mengaku mereka sudah terikat dengan perjanjian dan tipe ini rela mati sebab mereka punya harga diri karena sudah berjanji dan jika ditugaskan menjaga biasanya sangat setia dan ga mau keluar walau harus mati. Mereka terpaksa karena sudah terikat perjanjian. Langkah awal adalah mengucapkan ikrar pemutus perjanjian.

6. Jin yang diberi sogokan makanan


Biasanya jenis jin yang mau mengerjakan sihir dengan disogok makanan adalah jin kelas rendahan (kelas comberan), mereka dialam jin adalah sekelompok jin gelandangan, mereka terpaksa mengerjakan sihir karena diiming imingi makanan oleh sang dukun ( darah, daging babi, menyan, dll) . Mengatasi jin ini Insya ALLAH mudah sebab kekuatannya rendah.

7. Manusia yang menyakiti jin


Kadang ada manusia kencing sembarangan dilubang hingga merusak tempat tinggal jin, atau melempar batu hingga mengenai jin, atau membuang air panas sembarangan hingga menyakiti jin yang terkena air panas.

Mereka terpaksa membuat sihir karena balas dendam saja.

Sebarkanlah dengan klik SHARE di bawah ini.

Selasa, 18 Agustus 2015

Cara dini menangani kesurupan

artikel sebelumnya apa itu kesurupan
Seringkali orang yang kesurupan memiliki kekuatan yang melebihi kemampuan biasanya, dalam beberapa kasus kesurupan dia bisa berteriak teriak hingga berjam jam, atau bisa melemparkan beberapa orang yang sedang memeganginya. Ada lagi kesurupan mampu berbicara seperti bukan dia yang bicara, dalam keadaan seperti ini seseorang yang kesurupan sedang memasuki alam bawah sadarnya tepatnya di alam ketidaksadaran kolektif dimana menurut freud ketidaksadaran tersebut mengandung kekuatan jiwa (psyche) sehingga dia memiliki kekuatan yang melebihi seperti biasanya
Mengapa orang bisa masuk kedalam alam bawah sadarnya ? sebab utamanya adalah lemahnya kesadaran seperti orang mau masuk tidur, kenapa bisa tidur jawabnya tentunya karena lemahnya kesadaran karena faktor mengantuk. 

Beberapa Cara menangani kasus kesurupan;
1. Isolasi sesegera mungkin anak yang terkena kesurupan
2. Tenangkan suasana, karena kesurupan cenderung membuat suasana menjadi gaduh, ketakutan, dan crowded atau ramai.
3. Tenangkan anak yang mengalami kesurupan dengan membiarkannya, jangan dipaksa atau dipegang apalagi diteriaki terlebih di pukul pukul,
4. Kalau membaca Qur’an bacakan dengan penuh kekhusyuan dan dengan nada pelan sehingga akan menenangkan si sakit, kalau dibaca dengan menghentak hentak anak yang terkena akan semakin histeris dan teriakan dari pembacaan quran tadi akan memperkeruh keadaan. Dalam hal ini kita harus bijak dalam mendudukkan al quran jangan melecehkan quran dengan menggunakannya yang bukan pada tempatnya, gunakan quran sebagai petunjuk hidup bukan sebagai alat pengusiran jin.
5. Tempatkan si anak di tempat tertutup namun yang aman dan udara bisa keluar masuk dalam ruangan dengan baik
6. Jika keadaan semakin tidak terkendali, jangan memanggil paranormal, atau memanggil dukun dan sejenisnya. Namun panggilah dokter untuk memberikan obat penenang kepada si anak, dan jika sudah dampingi anak dengan orang tuanya
7. Mistis disekolah. Kesurupan sering terjadi biasanya di tempat yang bekas kuburan, atau dekat kuburan, karena nuansa mistis bisa menjadi condtioning event atau keadaan yang mengkondisikan terjadinya kesurupan.
8. Para guru jangan bersikap tahayul dan khurafat misalnya dengan mendatangkan ahli pengusir jin karena itu bukannya menghilangkan jin malah lingkungan sekolah menjadi tersugesti untuk kembali ke jaman animisme yaitu mempercayai Jin dan sebangsanya yang pada akhirnya akan melemahkan tauhid dan akibatnya adalah munculnya kesurupan. 
E. Perawatan Terhadap Korban Kesurupan Dalam Tinjauan Psikologi Islam
Bagaimanapun kesurupan merupakan salah satu fenomena kejiwaan yang bermasalah. Terjadinya peristiwa tersebut tidak lain karena labilnya jiwa seseorang. Untuk terhindar dari hal tersebut kita harus memiliki jiwa yang sehat. Ada tiga langkah yang ditempuh dalam mencapai kesehatan mental yakni pengobatan (kuratif), pencegahan (preventif), dan pembinaan (konstruktif). 

Langkah pengobatan ialah usaha yang ditempuh untuk menyembuhkan dan merawat orang yang mengalami gangguan kejiwaan, sehingga ia dapat menjadi sehat dan wajar kembali. Langkah pencegahan adalah metode yang digunakan untuk menghadapi diri sendiri dan orang .lain, guna meniadakan atau mengurangi terjadinya gangguan kejiwaan sehingga ia dapat menjaga dirinya dan orang lain dari kemungkinan jatuh kepada kegoncangan dan ketidaktentraman batin. Usaha ini, di samping usaha pribadi seseorang, juga termasuk usaha pemerintah dan masyarakat dalam memperbaiki dan mempertinggi sistim kebudayaan dan peradaban.
Langkah pembinaan di samping bertujuan untuk menjaga kondisi mental yang sudah baik, juga meliputi cara yang ditempuh orang untuk meningkatkan rasa gembira, bahagia dan kemampuannya dalam mempergunakan segala potensi yang ada seoptimal mungkin, seperti apa yang dilakukan orang dalam memperkuat ingatan, fantasi, kemauan, dan kepribadian. 
Kondisi mental seseorang yang sehat berbanding lurus dengan kedalaman cara beragamanya. Dia memiliki keimanan yang kokoh, sehingga dia tidak mudah dirasuki pikiran-pikiran yang tidak wajar. Disinilah diharapkan berfungsinya ketauhidan dalam diri seseorang. Kita meyakini bahwa dalam surat al-Ikhlas ayat 2 Allah sudah menjelaskan pada kita bahwa Dialah sandaran hidup dan tempat kita mengadukan persoalan seluruh masalah kita.
Tertancapnya keimanan seseorang, akan mengendalikan sifat emosinya. Dengan tauhid akan mampu menstabilkan tekanan pada amygdale ( system saraf emosi), sehingga emosi selalu terkendali. Emosi yang tenang terkendali akan menghasilkan optimalisasi pada fungsi kerja God Spot pada lobus temporal serta mengeluarkan suara hati ilahiah dari dalam bilik peristirahatannya.

Perlu kita melihat orientasi Spiritualisme Tauhid, yaitu:
1. Ketika terjadi masalah pada dimensi fisik,
2. Maka akan terjadi rangsangan pada dimensi emosi (EQ). Namun karena aspek mental telah dilindungi oleh prinsip tauhid, maka emosi akan tetap tenang terkendali.
3. Akibatnya, suara hati ilahiah pada dimensi spiritual (SQ) bekerja dengan normal. 
Keimanan merupakan solusi untuk menentramkan jiwa. Sehingga dapat membentengi jiwa dari segala pengaruh negatif. Berbicara tentang keimanan tidak terlepas dari ajaran agama Islam. Menurut Hasan al-Banna sebagaimana dikutip oleh Yahya Jaya, bahwa agama Islam merupakan semulia-mulia jalan bagi perbaikan dan pembinaan jiwa manusia, karena ajaran agama memenuhi kebutuhan jiwa dan mengendalikan manusia dalam pemenuhan kebutuhan jiwanya. 
Untuk lebih jelasnya Psikologi Agama sudah memberikan solusi dalam masalah gangguan jiwa ini yaitu metode Tazkiyatul Nafs.
a. Tazkiyatul al-Nafs sebagai Metode Bimbingan dan konseling dalam Agama Islam.
Tazkiyah memiliki dasar yang kuat dan mantap dalam agama Islam. Dalam al-Qur’an ditegaskan bahwa tazkiyah adalah misi utama risalah para rasul Allah, pokok pangkal ketaatan manusia, tujuan tertinggi kehidupan jiwa orang yang beriman dan bertaqwa serta padanya banyak bergantung kebahagian dan kesesengsaraan hidup manusia di dunia dan di akhirat. Seperti yang dijelaskan al-Qur’an yang Artinya: Sesungguhnya Allah SWT telah member karunia kepada orang-orang yang beriman, ketika Allah megutus kepada mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, menyucikan jiwa mereka (tazkiyah) serta mengajarkan kepada mereka al-kitab dan al-hikmah. Sesungguhnya sebelum kedatangan rasul, mereka benar-benar berada dalam kesesatan yang nyata. ( Ali Imran ayat 164) .

Dalam penyucian jiwa tersebut tidak terlepas dari peranan al-Qur’an sebagai panduan hidup umat Islam. Al-Qur’an sebagai sumber utama ajaran Islam berfungsi sebagai petunjuk, obat, rahmat, dan mau’izat (pengajaran) bagi kehidupan jiwa manusia dalam menuju kebahagiaan dan peningkatan kualitasnya sebagaimana yang ditegaskan oleh ayat berikut yang Artinya: sesunguhnya al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lurus dan memberikan khabar gembira kepada orang-orang yang beriman yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka adalah pahala yang besar. (QS. Al-Isra’ 9) 

Berdasarkan ayat tersebut dipahami bahwa untuk pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas dan bahagia mesti dekat dengan agama. Dengan dalamnya jiwa keagamaan seseorang maka dia akan memiliki jiwa yang sehat. Kebahagian dan ketenangan hidup akan diraih dengan diamalkannya tuntunan Ilahi.
b. Psikoterapi dalam penanganan gangguan kejiwaan (kesurupan)

Psikoterapi berarti penerapan teknik khusus pada penyembuhan penyakit mental atau kesulitan-kesulitan penyesuaian diri setiap hari. Metode dan teknik psikoterapi biasanya dilakukan dengan wawancara. Dalam wawancara, penderita dibimbing ke sasaran yang antara lain mengubah pola kelakuan penderita dengan jalan menunjang perkembangan positif pada kepribadiannya dengan menghilangkan hambatan dalam kepribadiannya.

Teknik utama yang digunakan oleh para psikoterapis mencakup interview kedalaman, pengkodisian, sugesti dan penafsiran. Pengusahaan komunikasi yang akrab,baik monologis maupun dialogis, antara terapis dengan pasiennya. Dalam kondisi demikian pasien didorong serta diberanikan untuk mendiskusikan segala kecemasan dan pengalamannya yang paling intim (rahasia) tanpa ada pertimbangan moral atau kritsme di pihak terapis. Sebaliknya, terapis memperlihatkan sikap yang hangat dan memahami keadaan pasien atau kliennya untuk mengekspresikan diri serta meminimalisir rasa malu. 

Dari uraian tersebut dapat dipahami bahwa psikoterapi merupakan upaya pengobatan dan pemulihan kesehatan (fisik, psikis, iman dan kalbu) orang yang terganggu atau sakit melalui bantuan kejiwaan. Sehingga terciptalah pribadi yang kokoh secara emosi dan kematangan jiwanya.

F. Kesimpulan
Kesurupan merupakan reaksi kejiwaan yang dinamakan reaksi disosiasi atau reaksi yang mengakibatkan hilangnya kemampuan seseorang untuk menyadari realitas di sekitarnya, yang disebabkan oleh tekanan fisik maupun mental (berlebihan). Tetapi kalau kesurupannya massal, itu melibatkan sugesti. Reaksi disosiasi dapat terjadi secara perorangan atau bersama-sama, saling memengaruhi, dan tidak jarang menimbulkan histeria massal.
Kesurupan hannya terjadi pada diri orang yang memiliki jiwa yang lemah, sehingga ketika mendapat tekanan tidak mampu untuk mengatasinya. Orang yang lemah dari segi jiwa atau mental melepaskan ketidak berdayaanya dengan tanpa disadarinya masuk ke dalam bawah sadarnya. Ketika berada dalam wilayah bawah sadarnya tersebut terjadilah letupan-letupan emosinya yang tertahan selama ini. ketika hal itu terjadi, diiringi dengan daya kekuatan yang lahir dari dorongan kejiwaannya. Dia meronta dan melabrak orang disekelilinginya. Saat ini yang terjadi adalah dia berada dalam alam bawah sadar.
Dengan demikian dipahami bahwa kesurupan merupakan sebab dari lemahnya jiwa seseorang dalam menghadapi realitas social. Menurut penulis kesurupan yang marak terjadi bukanlah akibat diri seseorang dirasuki oleh jin. Namun justru karena adanya letupan emosi bawah sadarnya.
Kesurupan jangan dipelihara. Bagaimanapun ini merupakan masalah kejiwaan. Oleh karenanya solusi bagi masalah ini adalah bagaimana kita menciptakan jiwa yang sehat. Dengan kondisi yang sehat dan tenang akan membuat diri seseorang memiliki ketahanan di dalam menghadapi kerasnya hidup ini. Jiwa yang tenang hanya akan didapat dari ajaran-ajaran agama. Pengamalan ajaran agama akan menjauhkan seseorang dari keputus asaan.

Inilah beda peristiwa KESURUPAN menurut Islam, Ilmu Psikolog dan Ilmu Kedoketarn, waspadai penyebabnya dan atasi dengan cara ini..!!!

Konsep kesurupan adalah sebuah fenomena tentang mahluk halus yang menguasai pikiran, perasaan, dan intelek (kesanggupan untuk membuat keputusan) pada diri seseorang dengan menyatu pada kesadarannya . Hasilnya adalah mahluk halus ini bisa menguasai tindakan seseorang. Orang mengalami kesurupan ketika badannya dimasuki oleh mahluk halus yang menguasai jiwanya. Oleh karena itu, tingkah laku seseorang yang kesurupan akan dikuasai oleh mahluk halus. Hampir pada setiap kasus kesurupan, seseorang yang kesurupan tidak tahu atau tidak ingat bahwa dia kesurupan . 
Konsep kesurupan telah ada selama beribu-ribu tahun yang lalu, di seluruh penjuru dunia. Kasus kesurupan terjadi pada orang Eskimo di Kutub Utara maupun orang Nguni Bantu di Afrika Selatan. Bentuk dan interpretasi kesurupan merubah-rubah dari kebudayan yang satu ke kebudayaan yang lain. Kesurupan adalah fenomena yang dapat ditemukan dalam banyak agama dan di berbagai masyarakat di seluruh dunia. Dalam tradisi agama dan dongeng, seseorang yang dikuasai oleh mahluk halus kelakuannya akan menjadi tidak normal dan kepribadiannya akan berubah. Meskipun demikian, kesurupan bisa disebabkan oleh bermacam-macam unsur seperti narkotika, stres, dan hipnose . Gejala-gejalanya adalah badan ringan, berteriak histeris, menjerit-jerit dengan kata-kata tidak jelas, kejang-kejang pingsan, muka datar, bibir pucat, sering menutup mata dengan kelopak mata berkedip-kedip secara otomatis, atau perubahan lain. Orang yang kesurupan merasa sepertinya badannya mengecil atau menjadi lebih besar dari badannya dalam keadaan normal.

baca juga : Cara dini menangani kesurupan

Di tengah masyarakat fenomena kesurupan semakin menjadi peristiwa hangat. Sebab peristiwa ini sudah mewabah ke tingkat sekolah, seperti kasus ksurupan massal siswa SMA Palupuah Kab. Agam, kesurupan massal siswa di MTsN Gunung Pangilun Padang. Terakhir kita mendengar kesurupan Massal Mahasiswa STAIKIP Ahlus Sunnah Bukittinggi bulan September 2009. Tentunya kita ingin tahu kesurupan itu bagaimana hal ihwal sebenarnya? Apa benar kesurupan tersebut sebagai peristiwa dirasukinya tubuh seseorang oleh jin atau hannya berupa gejolak jiwa bawah sadar seseorang? Lalu bagaimana pula psikologi dalam menjawab permasalahan ini? Dalam makalah ini dibahas tentang itu semua.

A. Pengertian Kesurupan

a. Kesurupan dalam Pandangan Psikolog ..........
(selengkapnya di halaman 2)


                                                HALAMAN SELANJUTNYA

Rabu, 05 Agustus 2015

Jin Kafir Penyuka Lilis Versi 2 - Dua Dunia




Rentetan peristiwa ganjil sekaligus memilukan kerap dialami oleh keluarga haji sukarya yang tinggal di desa gumulung tonggoh kecamatan greget kabupaten cirebon selama sekian lama

lilis anak bua haji sukarya
aneh kerap melakukan tindakan aneh yang membahayakan nyawanya
doktor spesialis pun angkat tangan karena tidak mampu mendiagnosa penyakit aneh yang dialaminya.

jin penyuka lilis.
makhluk halus yang masuk ingin lilis menikah dengannya kalau tidak bisa lilis harus cepat mati, agar kami bisa bersama segaera.

pada akhirnya kang ujang melakukan rukyah massal di rumah lilis untuk membersihkan dari pengaruh negatif walau dengan perjuangan yang cukup panjang.

penasaran,? selamat menyaksikan..