Jumat, 04 September 2015

Ulasan lengkap Misteri "Parakang" Manusia jadi-jadian yang meneror Ibu hamil, anak gadis, janin bayi dan orang sakit di Sulawesi Selatan

Malam itu jum'at, ketika bumi sangat hening dan masyarakat kampung sedang tidur nyenyak melayari mimpi, atau mungkin pasangan suami isteri sedang berhubungan dengan posisi masing-masing. Tetapi cerita ini berakhir saat terdengar raungan halus, namun seperti sangat dekat,“Huaaarrrr… Huarrrrr…. Ghhaaaaarr….”. Tiba-tiba semua terjaga dari tidur akibat bunyi sayup-sayup itu. Kulihat lampu pendaflour berkelip-kelip di siling atap bata. Kuusap-usap mataku, sama, lampu berkelip-kelip begitu juga. Di luar hujan turun dengan lebat, tempiasnya masuk di celah-celah bata keping yang menjadi atap itu. Jam menunjukkan pukul 02.00 pagi. “Huuuaaarrrrr…., thaapss…!” suara seperti rektum tercabut dari dubur dan tempias ke sebuah mulut seper-sekian detik, seorang korban kehilangan rektum beserta ususnya. Investigasi autopsi kedokteran menyatakan bahwa si korban ini karena rektum dan seluruh isi perutnya hilang.

Parakang itu semacam manusia jadi-jadian, secara umum orang menyebutnya : manusia yang dapat berubah ujud  persebab salah menerima ilmu ( jadi hantu di daerah sulawesi selatan Indonesia), ya hantu dengan istilah  "parakang paiso pallo: hantu pengisap rektum" juga "Parakang doe : juga semacam orang yang menerima ilmu peng-kaya-an/pesugihan ketika ujud manusianya berubah (kadang me-serupai binatang)". Parakang sungguh mistik dan rahasia dan di sekitaran dimana parakang berada merupakan ancaman bagi siapa saja, tapi apa hubungan antara parakang dan rambut pantat / dubur kita yang panjang ???, ikuti kejelasan berikutnya


Manusia jadi-jadian di Sulawesi Selatan 

Parakang adalah satu jenis makhluk jadi jadian di daerah Bugis-Makassar yang sangat ditakuti. Parakang bisa mengubah diri menjadi bermacam-macam wujud: pohon pisang, kambing, tangkai-tangkai bambu atau "ampoti", (bahasa Bugis terj : keranjang anyaman dari daun kelapa tempat bertelur ayam). Mahluk ini adalah *seseorang yang bisa berubah-ubah menjadi hewan, benda dan apa saja yang bentuk dan modelnya aneh dan menyeramkan, tampak beda dengan asli (obyek yang ditirunya) Contohnya, dia berubah menjadi Anjing maka anjing hasil jelmaan manusia yang mempunyai ilmu parakang ini beda dengan anjing betulan, anjing jelmaan orang tersebut tidak mempunyai ekor, dan kaki belakangnya lebih tinggi, jelmaan lainya bisa juga berubah menjadi kucing, babi, kambing.dan hewan-hewan lainya, yang membedakan dia tidak mempunyai ekor/buntut. dan punggung belakangnya lebih tinggi. 
Parakang manusia jadi-jadian bukanlah hantu juga bukan sejenis bangsa jin atau makhluk halus tetapi manusia yang salah dalam proses awal menimba/ menerima ilmu tentang "pesugihan/kekayaan", tetapi pada daerah tertentu pakkissa atau orang yang memberi kisah / cerita tentang parakang ini terkorelasi dengan keadaan pattennung, atau orang yang membuat kain tenun dari bahan ulat sutra (tapi asbab cerita ini terpotong, insyaAllah akan kami cari tahu silang kait pattennung ini dengan parakang ),  banyak sumber mengatakan " sebenarnya adalah manusia yang menuntut ajaran ilmu hitam untuk mencapai kehidupan abadi juga hal yang berkaitan dengan kekayaan". dan dalam keseharian  Parakang bagian dari anggota masyarakat di Sulawesi Selatan, (maksud kami terdapat satu buah kampung yang seluruhnya adalah parakang pada daerah tertentu, dan meregenerasi hal turun-temurung. Apabila orang tuanya adalah seorang parakang, maka anaknya pun akan jadi parakang seolah garis taqdir hidupnya demikian (Lupakan Hantu Sumiati, ketika Melewati Area itu..< ket : setan legendaris dari zaman lampau di makassar....)

Pada umumnya parakang di siang hari ia tampak seperti manusia biasa, hanya matanya tetap kelihatan merah, sumber mengatakan bahwa sorot matanya memang bikin bergidik, entahlah…. , sedang pada malam hari ia bekerja berkeliaran ke kolom kolom rumah atau sesekali sesuatu berkelebat melintas di jendela rumah, dengan mencari kalau kalau ada yang bisa atau mumpuni di isap rektumnya atau dalam dialektika bahasa Bugis disebut, “ri iso pello na”. Adapun hal /obyek yang sangat suka di dekati parakang / obyek yang mumpuni jadi korban adalah orang sakit, dan pula orang yang baru saja meninggal. 

Sumber lain menambahkan /mengatakan bahwa , "parakang ini sangat menyukai janin, juga bayi sebagai santapan yang paling enak. Kemestian menyantap atau mengisap rektum ini menjadi seolah utang yang tak terbayar jika tidak dapat melaksanakan hajatan tersebut, maka jika tak menemu obyek manusia, alternatif lainya adalah mengisap rektum kerbau peliharaan milik masyarakat. Hingga kini parakang sangat ditakuti terutama oleh ibu-ibu di kampung yang memiliki balita, perawan, orang sakit, terlebih lagi orang sekarat, kategori terakhir ini sungguh sangat di sukai oleh Parakang, seolah melihat sebiji nangka atau buah-buahan lain yang matang sempurna dan menggiurkan untuk dicicipi, dihisap...

Dan hasil wawancara mengatakan bahwa si parakang ini / ke-perubahannya atau je-jadijadiannya, terjadi di luar kesadaran, dan tak memilih waktu malam atau siang, hal ini menjadi cerita umum di Sulawesi Selatan, maka bila seseorang sedang diambang kematian atau sekarat, maka pihak keluarga si sakarat  cam/waspada dengan menahan laju parakang yang mendekat, demi ia tak mengisap rektum orang sekarat, demikian pula mayat baru/ belum dikubur tersebut, cerita berikut , sekali waktu ....

di rumah duka /  orang yang baru  meninggal, tersebutlah diantara
pengunjung ada parakang kesan menengok si mayat dan  hampir kecolongan, untung saja parakang tersebut dicegat dengan cepat, ya tepat ketika wajah orang tersebut berubah menegang keras dan lidahnya telah menjulur kearah si mayat

fenomenal aneh : Proses menjadi dan ke-abadian Parakang

Jika seorang parakang sedang sekarat bisa sebab ketuaan /menghadapi sakratul maut, ia akan tarus mengulang-ulang kata” lemba …“(pindah : bahasa makassar) sampai ada seorang dari keluarganya yang mengiyakan/ rela dirinya menerima sebagai pengganti jadi parakang. Meskipun ia hanya menyampaikannya di dalam hati, (barulah parakang tua tersebut dapat menghembuskan napas terakhir kali/mati) faktor yang menyebabkan ia menerima /dengan menyetujui hal tersebut berpindah padanya “lemba”/rela menerima, lebih dominan disebabkan oleh perasaan kasihan kepada orang tuanya atau siparakang tersebut, sebab si Parakang itu begitu menderita jika ilmu tersebut tidak berpindah, bahkan ruhnya tak dapat meninggalkan raganya, sangat tersiksa...  Dan keadaan ini, proses lemba sudah menjadi kebiasaan bagi org yang menjadi parakang,  tidak bisa meninggal dunia sebelum ada sanak keluargannya menerima ilmu tersebut."... iyakanlah maka anda parakang selanjutnya".
Sedetik sebelum parakang : Efek dari keadaan ini maka pantang / pamali /pemmali,/larangan keras untuk orang lain (yang bukan parakang , bertandang kerumah keluarga yang berstatus parakang (sebab ketahuan), meski demikian masyarakat tak me-sebarkan berita tersebut bahwa "si pulan parakang".

Dalam hasil ahli terawang ke-pengenalan, sekali waktu parakang ditangkapi oleh pawang dengan menggunakan kurungan ayam sebagai perangkap, keinginan pawang menangkap sebab dua hal,
 1) si parakang mencemaskan kampung.
 2) sebab jika si parakang tertangkap oleh pawang maka si pawang "di sogok dengan emas " agar identitasnya tetap di rahasiakan oleh pawang tersebut,
3) terkadang pula masyarakat yang mengetahui akan keberadaan parakang ini, sering iseng dengan memasukkan belut/nus/moa  pada comberan rumah parakang, akibat hal ini maka si parakang ketahuan karena ia akan mencari/menelusuri terus menerus dimana belut/nus tersebut berada, hingga comberan tampak kering lantaran belut tersebut harus tertangkap, (tak meninggalkan comberan sebelum menemukan belut tersebut) hal ini masih sesuatu yang misterius bagi pelacak yang coba di ketahui secara jelas

ketahuan parakang

sebuah deteksi yang membenarkan penandaan dengan me-coba, perhatikan mata sang parakang tersebut?
(sebuah ket= jika bayang kita terdapat di matanya dlm keadaan terbalik bermakna dia itu memang parakang. -jika ia berubah ujud pada (kadang malam juga siang) ia dapat menyerupai se- macam anjing dengan badan tak berbulu, cuma bila berlaku transformasi dari manusia ke parakang/ makhluk jejadian, pasti ia akan bertambah besar dan sangat kuat, (lengan dan tangan, kuku-kuku menjadi keras dan panjang, dan muka menjadi sangat huduh, dengan mata merah menyala, dan mulut menjadi besar dengan lidah terjulur kasar dan kesat, serta barisan gigi-gigi yang sangat runcing dan tajam. 

Parakang berketurunan cantik 

Banyak yang membenarkan bahwa keluarga parakang itu gadisnya cantik-cantik, merupakan renungan yang menggoda di mata orang/ pemuda, bahkan kehidupan mereka kaya, populernya istilah parakang ini terkait dengan sebuah kalimat bahasa Makassar "parakang doe" / parakang uang, dalam pengertian makhluk jejadian yang mencuri uang, teks ini juga menjadi kata kiasan di sulawesi selatan bermakna " banyak matamata duit-nya", ada-ada saja sumber uangnya. Wallahu A'lam bishawab.
Jika menemukan parakang, misalnya dengan wujud pohon pisang, orang dianjurkan untuk memukulnya sekali atau tiga kali saja. Jika sekali pukul dipercaya akan membunuhnya dan tiga kali akan membuatnya cacat. Itulah mengapa perempuan tetangga saya yang pindah itu dianggap parakang karena berjalan seperti orang dengan lutut kesakitan. Menurut orang-orang, suatu malam, perempuan itu tertangkap basah berwujud kambing dan dipukul dengan potongan kayu dilututnya sebanyak tiga kali. Sejak saat itulah ia berjalan dengan cara yang aneh. Makhluk parakang ini memang manusia, tapi jika telah sakarat atau ajal telah mampir, ya mati-nya  susah selagi keluarga atau familinya tidak ada yang rela menerima ilmu sesat  tersebut_Sebagai penerus...berMINATkah anda..?

baca coba : Kisah Pembantu Kerajaan – Sebuah peristiwa pastilah karena kehendak Allah
____________

demikian catatan ini- kedepan kami akan lebih memperbaikinya juga melengkapinya, sebab pertanyaan yang banyak dan juga mendesak...., wassalam saya : kaimuddin mbck penulis mistik.

Semoga manfaat jangan lupa SHARE yah.. :)